22
May
Indonesia The Ring Of Fire
Sekilas kaya judul lagu yahh.. Ring of fire.. Tapi gue tambahin Indonesia aja deh didepannya. Kenapa dong gue tambahin Indonesia? Yah secara lo tau sendiri Indonesia now just like a big ring of fire.. Kenapa gue bilang Ring of Fire? Karena sekarang Indonesia bukan hanya dikenal sebagai negara dengan banyak gunung berapinya yang aktif dan berbahaya, but some people in Indonesia also being so dangerous.. yeahh just like a fire.. Entah apa yang merasuki pikiran mereka, kini Indonesia memiliki nama tersendiri dimata dunia. Bukan sebagai negeri yang ramah tamah lagi, tapi lebih ke negeri dengan berbagai macam polemik dan kasus yang aneh bin ajaib. Mulai dari kemelaratan, moral, sampe masalah konser.
Masalah konser? Tunggu.. Apa lo bilang? Masalah konser?
Yah.. Bulan Mei yang seharusnya menjadi bulan kelabu peringatan tragedi Mei 1998 kini malah dijadikan bulannya “Lady Gaga”. Entah bak petir di siang bolong, masalah ini mencuat ke publik kira - kira tanggal 15 Mei 2012 kemarin. Masalahnya apa? Apakah Bu Yakyuk kembali membuat onar dengan nasi uduk coronya? Atau.. Pak heru yang kembali geger karena kumisnya yang kebakar rokok? Duileee.. Bukan itu cin. Smuanya itu komplex banget! Too complicated dehh.. Ya.. Complicated.. Masalahnya tak lain dan tak bukan adalah masalah kostum.
Kostum? Kostum ape? Halloween? Ehh Indonesia gak ngerayain Halloween, pan?
Itu yang bikin gue bingung. Kenapa cuma masalah kostum aja diperdebatkan? Dari kostum merambat ke moral, budaya, dan lain - lain.. Bahkan sampai menjadi kesimpulan tersendiri kalo lady gaga bisa mengundang syahwat (dafuq?) Saat gue liat Lady Gaga justru gue ngerasa ada horror yang menari diatas panggung, apa yah yang membuat syahwat mereka berdiri sampai - sampai mereka mengeluarkan statement sekonyol itu? Sorry to say, apakah hasrat sexual “mereka” tidak terpuaskan? Atau apanih?
There must be something behind this but i don’t want to put my mind to much on it. Yang jelas gue sih mau 1000 lady gaga nari telanjang depan gue, gue gak akan tuh namanya turn on. hahahaha.. Kalo disini bicara iman, justru yang protes2 ini imannya dipertanyakan dong, kenapa mereka bisa semudah itu tergoda.? (hayoooo..) Gue perhatiin gitu, semakin kesini year by year berlalu.. Tanggalan juga menunjukan tahun 2012.. Tapi kenapa pola pikir “mereka” so 2100? Yup 2100 sebelum masehi. Mereka bilang kalau lady gaga tidak sesuai dengan budaya ke-Timuran. Timur mana nih? Timur tengah? Setau gue nih, yang emang sebagai warga negara Indonesia, di Indonesia sendiri masih banyak banget budaya yang ya kalau dibilang gak “tertutup” banget.Banyak banget. Inget.. Banyak, gak cuma 1 atau 2… Tapi ya itu kita balik lagi ke bagaimana cara kita menanggapinya, kan?
Satu lagi yang buat gue miris adalah saat gue mendengar sendiri suara perwakilan dari “mereka” yang berulang kali menyebut atas nama rakyat dan pancasila. Wait,.. Saya rakyat dan saya menjunjung tinggi pancasila, tapi saya sendiri bahkan semua teman yang saya tanyai soal kasus ini
mulai fans gaga sampai yang benci gaga aja bilang.. “Kami gak merasa diwakili sama mereka.”
Nah kalo gini, mereka mewakili siapa? Mewakili kelompok mereka sendiri? Ideologi mereka sendiri? Gini aja deh.. Kontra boleh. Boleh kok, smua orang punya hak bebas dalam berpendapat, itulah alasan kenapa selalu ada pilihan ganda dalam ujian dan kotak coment di youtube, tapi… Jangan INSECURE dooong sayang.. Emang Gaga banyak banget dapet penolakan, di Filipina, Korea, dan bahkan di Amerika , tapi satu hal yang perlu dilihat disini adalah penolakan itu hanyalah berupa penolakan bukan ANCAMAN.!
Lucu lagi ketika “mereka” dibilang anarkis, mereka gak mau terima malah mereka merasa gak mengancam. Ngeriiii…. Sebenarnya apa sih yang ada dipikiran mereka? Gue gatau yah, apa yang membuat mereka menjadi se insecure gitu, tapi yang jelas gue merasa terganggu dengan kehadiran mereka, oke gue juga termasuk salah satu liltle monster, tapi lepas daripada itu yang ingin gue sorot disini adalah bukan dari si Gaganya TAPI DARI CARA SI ORMAS ini dalam menyikapi suatu masalah. Intinya gue cuma mau ngomong gini…
1. Fanatisme berlebihan itu tidak baik.
2. Masalah iman dan moral, itu urusan individu masing - masing. Itu sangat intimate manusia dengan Tuhan, individu yang lain tidak punya wewenang atau hak dalam mengatur hidup orang, apalagi memberi labeling tersendiri seperti “pemuja setan.. anak setan.. dan bla .. bla.. blaa..”
3. Kontra boleh.. Gak ada yang larang, tapi bukan berarti harus dengan kekerasan, APALAGI mengatasnamakan AGAMA dan MASYARAKAT dan Ingat Indonesia adalah negara hukum dengan penduduk yang beragam, so apabila ada pengambilan keputusan, seharusnya pihak lain juga dimintai pendapat, bukan hanya satu pihak untuk semua.
4. Semua orang punya “HAK” untuk mendapatkan HIBURAN dan BERPENDAPAT.
5. Be open minded…!!! Ayolahhh, Cangcuters aja udah mau ganti celana ketat mereka jadi lebih besar, kenapa kita enggak? Kasihan otak kalo cuma dicekoki oleh something old yang justru menjebak kita keluar dari kotak..
Kalau kata nagabonar.. “APA KATA DUNIAAA?” Well,.. Intinya masalah konser Gaga jadi apa enggak, ya kita lihat aja nanti. Masalah keputusan biarkan pihak YANG BERWENANG yang mengeluarkan, masalah iman biarkan TUHAN yang berwenang. Sekian. CMIIW



